Lab komputer bukan lagi syaratnya
Satu lab berisi empat puluh komputer untuk enam ratus siswa berarti ujian bergiliran berhari-hari. Setiap giliran memberi waktu bagi soalnya untuk bocor ke giliran berikutnya, dan jadwal pelajaran lain ikut bergeser selama musim ujian.
HP sudah ada di saku hampir setiap siswa SMP dan SMA. Di sini ujian dibuka di peramban HP itu, dan seluruh kelas bisa mengerjakannya pada jam yang sama, di kelasnya sendiri. Laptop dan komputer lab tetap bisa dipakai di ujian yang sama, untuk siswa yang tidak membawa HP.
Dirancang untuk layar kecil
Siswa boleh memperbesar layar dengan dua jari, dan itu disengaja: soal bergambar sering perlu diperbesar untuk dibaca. Memperbesar tidak dihitung sebagai pelanggaran. Gambar soal juga bisa dibuka dan diperbesar sampai empat kali di dalam halaman ujian.
- Rumus tampil seperti di buku, bukan sebagai kode, juga di layar HP.
- Papan ketik HP yang muncul saat mengetik esai, atau bilah alamat yang naik-turun, tidak dihitung sebagai meninggalkan ujian.
- Tanda "ragu-ragu" tersimpan di server, jadi tetap ada setelah halaman dimuat ulang.
Sinyal putus bukan bencana
Jawaban dikirim ke server sesaat setelah setiap perubahan, bukan ketika siswa menekan selesai. Bila pengirimannya gagal, jawabannya disimpan dulu di HP dan dicoba kirim ulang sendiri, sementara siswa melihat pesan agar tidak menutup halaman.
Memuat ulang halaman tidak mengulang hitung mundur dari awal. Siswa yang benar-benar terputus lama bisa diberi kesempatan lagi dari menu Manajemen Attempt: lanjut dengan jawaban yang tersimpan dan sisa waktunya, atau mulai dengan waktu penuh, atau dengan durasi khusus.
Pengawasan tetap berjalan di HP
Pindah ke aplikasi lain, membuka tab baru, atau membuka aplikasi lain berdampingan terdeteksi sama seperti di laptop. Menyalin dan menempel teks di luar kolom jawaban juga tercatat. Kamera depan HP bisa dipakai untuk memeriksa wajah siswa setiap sepuluh detik, untuk ujian yang memerlukannya.
Yang tidak bisa dideteksi peramban mana pun adalah tangkapan layar dari HP. Untuk itu ada pengacakan urutan soal dan pengambilan sebagian soal dari paket: tangkapan layar satu siswa hampir tidak berguna bagi siswa lain yang mendapat soal berbeda.
Ringan untuk kuota
Yang dikirim selama ujian adalah jawaban, bukan video. Bila kamera dinyalakan, pemeriksaan wajahnya berjalan di HP siswa sendiri, dan yang disimpan paling banyak tiga foto kecil untuk satu ujian.
Nilai keluar saat siswa menekan selesai
Pilihan ganda, benar/salah, dan pilihan jamak terhitung seketika. Guru tidak lagi membawa pulang setumpuk lembar jawaban, dan sekolah yang menyalakan penilaian AI untuk esai mendapat skor esainya otomatis, yang tetap bisa diubah guru.
Kapan siswa boleh melihat nilainya ditentukan per ujian. Untuk ujian yang dikerjakan bergiliran, nilai dan kunci jawabannya bisa ditahan sampai giliran terakhir selesai.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah siswa harus memasang aplikasi?
Tidak. Ujian dibuka di peramban yang sudah ada di HP, seperti Chrome, Safari, atau peramban bawaan HP. Siswa cukup membuka alamat sekolah dan masuk dengan akunnya.
HP siswa sudah lama. Masih bisa?
Yang dibutuhkan peramban yang masih menerima pembaruan. Sebelum ujian sungguhan, jalankan satu ujian latihan dan minta siswa mencobanya di HP masing-masing; HP yang bermasalah ketahuan di latihan, bukan di hari ujian.
Bagaimana kalau baterai HP habis di tengah ujian?
Jawaban yang sudah diisi tetap tersimpan. Setelah HP menyala lagi, siswa masuk dan melanjutkan percobaan yang sama dengan jawaban yang sudah terisi. Waktunya tetap berjalan menurut jadwal, jadi guru bisa memberi kesempatan tambahan lewat Manajemen Attempt bila perlu.
Bisakah siswa membuka Google di HP yang sama?
Berpindah ke aplikasi atau tab lain terdeteksi dan tercatat dengan jamnya. Bila sakelar "Kirim otomatis saat pelanggaran" menyala, yang merupakan bawaannya, ujian langsung ditutup dan jawabannya terkirim.
Berapa biayanya?
Rp 500 per pengerjaan ujian, atau langganan Rp 3.500 per siswa per bulan untuk ujian tanpa batas. Setiap sekolah baru mendapat 500 token gratis untuk mencoba lebih dulu.
Baca juga
Coba dengan satu ujian sungguhan
Setiap sekolah baru mendapat 500 token gratis, cukup untuk menjalankan satu ujian penuh di satu kelas sebelum memutuskan apa pun. Tidak perlu kartu kredit, dan data siswa dari sistem lama bisa kami bantu pindahkan.
