Kenapa ujian online sulit diawasi
Pada ujian kertas, pengawas melihat seluruh ruangan sekaligus. Pada ujian online, setiap siswa punya layar sendiri yang tidak terlihat siapa pun, dan di layar itu ada tab lain, mesin pencari, dan grup percakapan.
Sebagian sistem menjawabnya dengan mewajibkan peramban khusus yang harus dipasang lebih dulu. Cara itu bekerja di lab komputer sekolah, tetapi gagal total begitu siswa memakai HP, dan sebagian besar siswa memang memakai HP.
Apa yang benar-benar dideteksi
Pengawasan di sini dirancang bekerja di peramban biasa, di perangkat mana pun, tanpa pemasangan apa pun oleh siswa:
- Pindah tab dan pindah aplikasi: terdeteksi seketika, dan ujian bisa diatur berakhir langsung.
- Split screen: membuka jendela lain berdampingan dengan ujian ikut terdeteksi.
- Pintasan pengembang dan salin-tempel: DevTools serta copy-paste dicegat.
- Pengawasan kamera: wajah siswa diperiksa berkala, dan buktinya disimpan untuk dilihat pengawas setelahnya.
- Pengacakan soal per siswa: dua siswa bersebelahan tidak mengerjakan urutan yang sama.
Bukti yang bisa diperiksa, bukan sekadar tuduhan
Setiap pelanggaran tercatat dengan waktunya, dan bukti kamera tersimpan untuk dibuka pengawas setelah ujian selesai. Ini penting karena keputusan membatalkan hasil ujian seorang siswa tidak boleh berdasarkan angka di layar saja.
Guru bisa melihat siapa yang sedang mengerjakan secara langsung selama ujian berlangsung, lalu memutuskan sendiri, memberi kesempatan ulang lewat manajemen attempt, atau menutup ujian siswa tersebut.
Yang sengaja TIDAK dilakukan
Sistem ini tidak mewajibkan peramban khusus. Sebagian besar siswa tidak bisa memasangnya di perangkat yang mereka pakai, dan mewajibkannya berarti sebagian siswa tidak bisa ikut ujian sama sekali, harga yang jauh lebih mahal daripada risiko yang dihindarinya.
Sistem ini juga tidak merekam layar siswa terus-menerus. Yang disimpan hanya bukti pada saat pelanggaran terdeteksi, dan itu sudah cukup untuk keputusan yang perlu diambil sekolah.
Gratis untuk mencoba, dan gratisnya bukan versi lumpuh
Setiap sekolah baru mendapat 500 token gratis. Satu token terpakai saat seorang siswa memulai satu ujian, jadi 500 token cukup untuk menjalankan ujian penuh di beberapa kelas sekaligus.
Yang gratis bukan versi terbatas: seluruh fitur pengawasan, penilaian otomatis, dan raport terbuka sejak awal. Tidak ada fitur yang dikunci sampai membayar.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah siswa harus memasang aplikasi?
Tidak. Pengawasan bekerja di peramban biasa. Chrome, Safari, atau bawaan HP. Tidak ada yang harus dipasang siswa lebih dulu.
Apakah kamera wajib menyala?
Sekolah yang menentukan. Pengawasan kamera bisa dinyalakan per ujian, jadi ulangan harian bisa tanpa kamera sementara ujian akhir memakainya.
Apa yang terjadi kalau siswa pindah tab?
Terdeteksi seketika dan tercatat dengan waktunya. Sekolah bisa mengatur agar ujian langsung berakhir, atau hanya dicatat sebagai pelanggaran untuk ditinjau pengawas setelahnya.
Kalau siswa terputus karena internet, apakah dianggap curang?
Tidak. Terputusnya koneksi dibedakan dari pindah tab. Jawaban tersimpan otomatis, siswa melanjutkan dari soal terakhir, dan pengawas bisa mengembalikan waktu yang hilang.
Apakah benar-benar gratis?
500 token gratis untuk setiap sekolah baru, tanpa kartu kredit, dan seluruh fitur terbuka. Sesudahnya Rp 500 per pengerjaan ujian, atau langganan Rp 3.500 per siswa per bulan untuk ujian tanpa batas.
Coba dengan satu ujian sungguhan
Setiap sekolah baru mendapat 500 token gratis, cukup untuk menjalankan satu ujian penuh di satu kelas sebelum memutuskan apa pun. Tidak perlu kartu kredit, dan data siswa dari sistem lama bisa kami bantu pindahkan.
