Absensi QR Code Siswa dengan Kartu Pelajar

Kartu pelajar ber-QR dicetak sekolah sendiri, satu kelas sekaligus. Siswa menghadapkannya ke kamera HP atau laptop piket, dan kehadirannya tercatat beserta jamnya.

Absen kartu
Gerbang · 07.02
Kamera aktif
Tasya Uktifillah8 Imam Malik · masuk 07.02Hadir
Tasya Uktifillahmasuk 07:02
Reza Gunadimasuk 07:01
Hani Ameliamasuk 06:58
Siswa menghadapkan kartunya; namanya muncul dan jam masuknya tercatat, tanpa menyentuh apa pun.

Kenapa QR, bukan sidik jari atau formulir online

Mesin sidik jari harus dibeli per gerbang, membuat siswa antre menyentuh alat yang sama, dan biasanya rusak sebelum masa pakainya habis. Formulir online lebih murah, tetapi bisa diisi dari rumah, dan rekapnya tetap disalin manual setiap akhir bulan.

Kartu ber-QR ada di tangan siswa, tetapi dipindai di sekolah, oleh perangkat petugas. Yang tercatat hadir adalah siswa yang memang berdiri di depan meja piket, dan rekapnya sudah tersusun saat itu juga.

Kartu pelajar yang dicetak sekolah sendiri

Dari menu Siswa, saring satu kelas lalu unduh kartunya sekaligus: satu berkas PDF, satu kartu per halaman, berukuran kartu ATM (CR80, 85,6 × 54 mm), siap dicetak di kertas tebal atau kartu PVC. Satu berkas memuat sampai 300 kartu.

  • Nama dan logo sekolah, foto siswa, nama, dan NISN.
  • QR bertuliskan "Pindai untuk absensi".
  • Tanpa nama kelas, jadi kartu tetap berlaku setelah siswa naik kelas.
  • Siswa juga bisa mengunduh kartunya sendiri dari halaman profilnya.

Satu perangkat piket, antrean yang terus bergerak

Halaman pindai dibuka di laptop atau HP petugas, dan kameranya terus menyala. Siswa menghadapkan kartu, namanya muncul dengan tanda centang, siswa berikutnya maju. Kartu yang sama dipindai dua kali dalam tiga detik diabaikan, dan 50 pindaian terakhir tetap terlihat di layar.

Tombol "Layar penuh" mengubah perangkatnya menjadi kios: hanya kamera dan hasil pindaian. Di HP, kamera belakang dipakai lebih dulu, dan gambarnya bisa diperbesar untuk kartu yang dipegang agak jauh.

Kartu hilang? Terbitkan ulang

QR di setiap kartu adalah kode acak yang tidak bisa ditebak dari nama atau NISN siswa. Kartu yang hilang atau ketahuan dipinjamkan diterbitkan ulang dari halaman siswanya: QR lamanya langsung tidak berlaku di mana pun, dan kartu penggantinya tinggal dicetak.

Satu kartu, juga untuk masuk akun

Di halaman masuk, siswa bisa memindai kartunya dengan kamera alih-alih mengetik email dan sandi, berguna untuk siswa yang sering lupa sandi tepat di hari ujian. Fitur ini terbuka untuk sekolah berlangganan, dan untuk sekolah token yang menyalakannya. Percobaan yang gagal berulang dari satu alamat dikunci sementara.

Yang tercatat, dan yang belum

Satu catatan untuk satu siswa per hari, dengan jam masuk dari pindaian pertamanya. Siswa yang kartunya tertinggal ditandai dari daftar kelas: hadir, izin, sakit, atau alpa, dengan foto surat izin atau surat sakit yang menempel di tanggalnya.

Yang belum ada: status "terlambat" dan absen pulang. Jam masuknya tercatat, jadi keterlambatan tetap terbaca di rekap.

Pertanyaan yang sering diajukan

Perlu membeli alat pemindai barcode?

Tidak. Kamera HP atau laptop yang sudah dimiliki sekolah sudah cukup, lewat peramban, tanpa aplikasi.

Bagaimana kalau kartunya difotokopi lalu dipakai orang lain?

QR-nya kode acak yang tidak bisa ditebak, tetapi fotokopi tetap terbaca seperti kartu aslinya. Karena itu perangkat pindai sebaiknya di tempat yang terlihat petugas, dan setiap pindaian menampilkan nama siswanya. Kartu yang ketahuan dipinjamkan bisa diterbitkan ulang, dan QR lamanya langsung tidak berlaku.

Kalau siswa naik kelas, apakah kartunya dicetak ulang?

Tidak. Nama kelas tidak dicetak di kartu, jadi kartu yang sama tetap dipakai setelah siswa naik kelas.

Bisakah mencatat absen pulang atau keterlambatan?

Belum. Yang tercatat jam masuk dari pindaian pertama setiap hari, jadi siswa yang datang terlambat terlihat dari jamnya di rekap, tetapi belum ada status "terlambat" dan absen pulang tersendiri.

Berapa biayanya?

1 token untuk setiap 10 siswa yang hadir dalam sehari, dibulatkan ke atas: satu kelas berisi 30 siswa memakai 3 token per hari. Saldo yang habis tidak menghentikan absensi. Langganan Rp 3.500 per siswa per bulan memakai semuanya tanpa batas.

Baca juga

Cetak kartu satu kelas, mulai Senin depan

Daftarkan sekolah, unggah data siswa lewat templat Excel, unduh kartu satu kelas, dan piket Senin pagi sudah bisa memakainya dari HP yang ada. Token gratis untuk sekolah baru cukup untuk berminggu-minggu absensi satu kelas.