Mulai dari mana
Cara curang pada ujian online hampir selalu salah satu dari tiga: mencari jawaban di tab lain, bertanya ke teman lewat chat, atau menyalin soal untuk dikirim ke orang lain. Ketiganya terjadi DI PERANGKAT yang dipakai untuk ujian, dan karena itu ketiganya bisa diketahui sistem.
Yang terjadi di luar perangkat itu, misalnya HP kedua di pangkuan, kertas contekan, atau teman di bangku sebelah, tidak bisa dilihat sistem mana pun. Untuk itu tetap dibutuhkan pengawas di ruangan, dan dua langkah pertama di bawah ini membuat bantuan teman sebelah jauh kurang berguna.
1. Acak urutan soal, dan ambil sebagian dari paket
Di halaman pembuatan ujian, nyalakan sakelar "Acak urutan soal" (bawaannya sudah menyala). Dua siswa yang duduk bersebelahan lalu mendapat soal nomor 5 yang berbeda, dan pesan "nomor 5 jawabannya C" tidak lagi berarti apa-apa.
- Soal yang diberi nomor tetap di nomornya, jadi soal pembuka atau soal penutup yang sengaja ditaruh di tempatnya tidak ikut berpindah.
- Soal-soal dari satu bacaan (Soal Cerita) tetap berdampingan, tidak tercerai-berai ke seluruh ujian.
- Urutan tiap siswa tetap sama sepanjang percobaannya. Siswa yang terputus lalu masuk lagi melihat urutan yang sama, bukan urutan baru.
Langkah keduanya: isi "Jumlah soal diambil" lebih kecil dari jumlah soal di paket. Paket berisi 60 soal yang diambil 40 membuat setiap siswa mengerjakan kumpulan soal yang berbeda, bukan hanya urutan yang berbeda.
Yang diacak adalah urutan SOAL, bukan urutan pilihan jawaban A sampai E. Itu sebabnya pengacakan soal dan pengambilan sebagian dari paket perlu dipakai bersama.
2. Tutup ujian begitu siswa pindah tab
Sakelar "Kirim otomatis saat pelanggaran" (bawaannya menyala) menutup ujian dan mengirim jawabannya begitu salah satu hal berikut terdeteksi:
- Beralih ke tab atau aplikasi lain.
- Jendela ujian kehilangan fokus, misalnya karena membuka aplikasi lain berdampingan (split screen). Ada tenggang 3,5 detik, dan memperbesar layar dengan dua jari tidak dihitung.
- Pintasan DevTools (F12, Ctrl+Shift+I/J/C), melihat sumber halaman (Ctrl+U), menyimpan (Ctrl+S), dan mencetak (Ctrl+P).
- Tombol Print Screen di laptop.
- Menyalin, menempel, atau menyeret teks di luar kolom jawaban.
Setiap kejadian tercatat dengan jamnya. Klik kanan juga diblokir selama ujian, tetapi tidak dihitung sebagai pelanggaran.
Kapan sebaiknya dimatikan? Untuk latihan dan ulangan harian, ketika yang dicari adalah gambaran kemampuan siswa, bukan putusan. Saat sakelarnya mati, pelanggaran tetap dicatat dan siswa melihat jumlah peringatannya di layar, tetapi ujiannya berjalan terus sampai ia selesai. Untuk UTS dan UAS, biarkan menyala.
3. Nyalakan kamera untuk ujian yang menentukan
Sakelar "Wajib menyalakan kamera" bawaannya mati. Dinyalakan, peramban siswa memeriksa wajahnya setiap 10 detik: wajah yang tidak terlihat tiga kali berturut-turut, atau lebih dari satu wajah dua kali berturut-turut, dicatat sebagai temuan. Foto awal diambil saat ujian dimulai, dan paling banyak tiga foto kecil disimpan untuk satu percobaan.
Temuan kamera TIDAK menutup ujian. Kamera HP yang goyang, cahaya kelas yang redup, atau siswa yang menunduk menulis di kertas coretan terlalu sering terlihat seperti "wajah hilang". Karena itu temuannya disimpan sebagai bukti untuk dibaca guru, bukan diputuskan mesin.
Kamera bergantung pada izin di peramban siswa. Bila izinnya ditolak, ujian tetap berjalan tanpa pemeriksaan wajah. Untuk ujian penting, minta pengawas memastikan di awal bahwa kamera setiap siswa menyala.
4. Pakai jendela waktu yang ketat
Setiap ujian punya waktu mulai dan waktu selesai, dan keduanya ditegakkan server: ujian tidak bisa dibuka sebelum waktunya, dan hitung mundurnya tidak pernah melewati waktu selesai, sekalipun siswa baru masuk lima menit sebelum ditutup.
Durasi yang pas, bukan longgar, adalah pencegah yang sering diremehkan. Siswa yang waktunya cukup untuk mengerjakan tetapi tidak cukup untuk mencari setiap jawaban akan memilih mengerjakan.
5. Tahan nilai dan kunci jawaban sampai semua kelas selesai
Bila satu ujian dikerjakan bergiliran oleh beberapa kelas, kebocoran paling besar datang dari kelas pertama: siswa yang sudah selesai melihat pembahasan lalu mengirimkannya ke kelas berikutnya. Di bagian "Yang boleh dilihat siswa setelah ujian" ada tiga sakelar terpisah:
- Nilai: tanpa ini nilai tetap dihitung, hanya tidak ditampilkan.
- Soal beserta jawabannya: matikan bila naskahnya akan dipakai lagi.
- Lembar jawaban: unduhan PDF berisi jawaban siswa itu sendiri.
Ketiganya ditegakkan di server, termasuk di halaman Cek Nilai orang tua. Nilai yang ditahan di sini tidak bocor lewat jalan samping.
6. Susun soal yang tidak terjawab dengan mencari di Google
Soal hafalan ("Siapa penemu…", "Tahun berapa…") terjawab dalam lima detik oleh mesin pencari mana pun. Soal yang meminta siswa memakai pengetahuannya pada keadaan baru tidak.
- PG + alasan: siswa memilih jawaban DAN menuliskan alasannya. Jawaban yang benar dengan alasan yang salah langsung terlihat.
- Soal cerita: satu bacaan atau data yang ditulis sendiri oleh guru, lalu beberapa soal tentang bacaan itu. Bacaannya tidak ada di internet.
- Esai pendek: diberi skor otomatis oleh AI bila fitur itu dinyalakan untuk sekolah Anda, dan guru tetap bisa membaca jawabannya lalu mengubah nilainya.
Setelah ujian: baca buktinya sebelum memutuskan
Di halaman detail hasil ujian setiap siswa ada panel "Proctoring dan catatan kecurangan": jenis pelanggaran, jamnya, dan foto dari kamera bila dinyalakan. Keputusan membatalkan hasil seorang siswa tetap di tangan guru, dan panel itu ada supaya keputusannya bisa dipertanggungjawabkan kepada siswa dan orang tuanya.
Siswa yang ujiannya tertutup karena hal di luar kendalinya, misalnya HP-nya menerima telepon, bisa diberi kesempatan lagi dari menu Manajemen Attempt dengan mode "Lanjut — jawaban tersimpan, sisa waktu". Jawabannya tetap ada dan waktunya tidak diulang dari awal.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kalau internet siswa putus, apakah dianggap menyontek?
Tidak. Koneksi yang putus berbeda dari pindah tab, dan tidak dicatat sebagai pelanggaran. Jawaban tersimpan otomatis sesaat setelah setiap perubahan; saat terhubung kembali, siswa melanjutkan dengan jawaban yang sudah terisi.
Apakah memperbesar layar dianggap pelanggaran?
Tidak. Memperbesar dengan dua jari di HP, atau Ctrl dan gulir di laptop, tidak dihitung. Siswa sering perlu memperbesar gambar soal, dan itu tidak boleh berakhir dengan ujian yang tertutup.
Bisakah sistem mendeteksi tangkapan layar dari HP?
Tidak. Yang terdeteksi hanya tombol Print Screen di laptop. Tangkapan layar di HP tidak memberi tanda apa pun kepada peramban, di sistem mana pun. Pengacakan soal dan pengambilan sebagian dari paket membuat tangkapan layar satu siswa jauh kurang berguna bagi siswa lain.
Apakah siswa perlu memasang aplikasi pengaman?
Tidak. Seluruh pengawasan di atas berjalan di peramban biasa di HP maupun laptop, tanpa aplikasi yang harus dipasang lebih dulu.
Baca juga
Coba langkah-langkah ini di sekolah Anda
Setiap sekolah baru mendapat 500 token gratis, cukup untuk mencoba panduan ini dengan satu kelas sungguhan sebelum memutuskan apa pun.
